Jumat, 24 Juni 2016

move on

Bulan bersinar hanya di malam hari, matahari menyinari bumi hanya di siang hari, burung tak selamanya berkicau di atas kepalamu, bukan? Itu artinya tidak ada satu pun di dunia ini yang selamanya menjadi milikmu, termasuk perasaan yang sekian lama bersarang di benakmu. Jika Tuhan hendak mengambil perasaan itu darimu, maka ikhlaskanlah perasaan itu pergi untuk digantikan dengan perasaan yang lebih baik lagi. Sebab sebaik-baik cinta, adalah cinta yang Allah ridhai keberadaannya di dunia dan di akhirat kelak.
 Kamu memang mencintainya, namun jika karena beberapa hal kalian tidak bisa bersama, maka lepaskanlah. Aku meyakini bahwa cinta itu adalah sebuah rasa yang seharusnya membuat kita bahagia. Namun jika perasaan itu justru malah membuatmu patah dan membuatmu uring-uringan setiap harinya. Maka tinjau kembali, sehatkah cinta yang saat ini kamu miliki? Cinta yang engkau pasrahkan kepada Tuhan, tidak akan membuatmu menjadi bodoh dan buta karena hilang arah. Cinta yang engkau pasrahkan kepada Tuhan akan membuatmu lebih mudah menerima segala kemungkinan. Kau akan siap dengan memilikinya dan siap pula melepaskannya jika tidak mungkin bersama. Sebab sebaik-baik cinta adalah cinta yang orientasinya hanya pada Yang Maha Satu. Sebab cinta itu membebaskan, bukan membelenggu.
 Tidak salah berjuang untuk seseorang yang kamu cintai, namun jika setelah berjuang dia tak mau diperjuangkan. Lalu untuk apa lelah-lelah berjuang. Hai perempuan, dia yang selalu menyita perhatianmu dan yang selalu menyita waktu yang kamu miliki, belum tentu mau memperjuangkanmu. Namun, jika ada seseorang yang mau memperjuangkanmu, coba buka matamu. Mungkin dialah yang akan memberi warna di hidupmu. Coba buka mata, hati, dan telingamu. Jika tak hari ini, suatu saat kau akan merasakan ketulusan  itu. 

Mungkin dia lah !