Bulan bersinar hanya di malam hari, matahari menyinari bumi hanya di
siang hari, burung tak selamanya berkicau di atas kepalamu, bukan? Itu
artinya tidak ada satu pun di dunia ini yang selamanya menjadi milikmu,
termasuk perasaan yang sekian lama bersarang di benakmu. Jika Tuhan
hendak mengambil perasaan itu darimu, maka ikhlaskanlah perasaan itu
pergi untuk digantikan dengan perasaan yang lebih baik lagi. Sebab
sebaik-baik cinta, adalah cinta yang Allah ridhai keberadaannya di dunia
dan di akhirat kelak.
Kamu memang mencintainya, namun jika karena beberapa hal kalian tidak
bisa bersama, maka lepaskanlah. Aku meyakini bahwa cinta itu adalah
sebuah rasa yang seharusnya membuat kita bahagia. Namun jika perasaan
itu justru malah membuatmu patah dan membuatmu uring-uringan setiap
harinya. Maka tinjau kembali, sehatkah cinta yang saat ini kamu miliki?
Cinta yang engkau pasrahkan kepada Tuhan, tidak akan membuatmu menjadi
bodoh dan buta karena hilang arah. Cinta yang engkau pasrahkan kepada
Tuhan akan membuatmu lebih mudah menerima segala kemungkinan. Kau akan
siap dengan memilikinya dan siap pula melepaskannya jika tidak mungkin
bersama. Sebab sebaik-baik cinta adalah cinta yang orientasinya hanya
pada Yang Maha Satu. Sebab cinta itu membebaskan, bukan membelenggu.
Tidak salah berjuang untuk seseorang yang kamu cintai, namun jika
setelah berjuang dia tak mau diperjuangkan. Lalu untuk apa lelah-lelah
berjuang. Hai perempuan, dia yang selalu menyita perhatianmu dan yang
selalu menyita waktu yang kamu miliki, belum tentu mau memperjuangkanmu.
Namun, jika ada seseorang yang mau memperjuangkanmu, coba buka matamu.
Mungkin dialah yang akan memberi warna di hidupmu. Coba buka mata, hati,
dan telingamu. Jika tak hari ini, suatu saat kau akan merasakan
ketulusan itu.
Mungkin dia lah !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar